Senin, 19 Maret 2012

Struktur Atom Dan Sistem Periodik Unsur

Atom ialah partikel terkecil penyusun unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Atom terdiri dari partikel yang lebih kecil (subatom) yaitu proton, netron, dan elektron. Proton ialah partikel subatom bermuatan positif. Elektron ialah patikel subatom yang bermuatan negatif, sedangkan netron ialah partikel subatom yang tidak bermuatan.

A. STRUKTUR ATOM
1. Partikel Penyusun Atom
Atom terdiri dari inti atom dan kulit atom. Inti atom berisi proton dan netron, sedangkan kulit atom terdiri dari elktron-elektron. Massa proton lebih besar dari massa elektron dan hampir sebagian besar massa elektron terpusat di inti.


Partikel
Lambang
Muatan
Massa
(Kg)
Massa
(sma)
Penemu
Proton
P
+1
1,67265 . 10-27
1,00728
Goldstein
Netron
N
0
1,67495 . 10-27
1,00866
James Chadwick
Elektron
e
-1
9,10953 . 10-31
0,00055
J.J. Thompson


a. Nomor massa dan nomor atom
Penulisan lambang unsur X dengan nomor atom A dan nomor massa atom Z adalah azX
dengan X = lambang unsur/tanda atom
                A = nomor massa = jumlah proton + jumlah netron
                Z = nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron


b. Isoto, isobar, isoton
1) Isotop = Unsur-unsur yang memilki nomor atom sama, tetapi nomor massa berbeda. Dengan kata lain, isotop ialah unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama tetapi jumlah netron berbeda
2) Isobar = unsur-unsur yang memiliki nomor atom berbeda tetapi nomor massa sama
3) isoton = unsur-unsur yang memiliki nomor atom dan nomor massa berbeda tetapi jimlah netron sama.


2. Model Atom
a. Model atom dalton

  • atom merupakan partikel terkecil penyusun zat
  • atom suatu zat identik dan berbeda dari atom zat lain
  • atom-atom zat murni tidak dapat diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil
  • dua atom atau lebih dapat bergaubung menjadi senyawa dengan perbandingan tertentu
b. model atom Thompson
  • atom bukanlah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi lagi
  • atom-atom bermuatan netral karena jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif
  • atom merupakan bola bermuatan negatif dengn elektron-elektron berada di tempat-tempat tertentu sebagai muatan negatif. Model atom Thompson mirip dengan bentuk roti kismis
c. model atom Ruhterford
Rutherford melakukan percobaan penghamburan sinar alfa oleh pelat timbal yang menumbuk lempang emas. Hasil pengamatan Rutherford adalah sebagian besar partikel alfa lewat tanpa mengalami pembelokan, sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang yang dipantulkan kembali berdasarkan percobaan tersebut Rutherford menarik kesimpulan, yaitu ;
  • Sebagian besar partikel alfa menembus lempeng logam tanpa dibelokkan. Hal ini menandakan sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang kosong.
  • Sebagian kecil partikel alfa di dibelokkan. Hal ini menandakan muatan inti atom adalah sejenis muatan partikel positif. Partikel alfa yang lewat  dekat inti atom mengalami gaya tolak menolak mauatn listrik sejenis.
  • Sedikit sekali partikel yang dipantulkan kembali. Hal ini menandakan partikel alfa menumbuk bagian yang sangat keras dari inti atom. Bagian itu disebut inti atom, yang memiliki ukuran yang sangat kecil dibandingkan ukuran atomnya.

Model atom Rutherford memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menerangkan tentang kestabilan elektron yang mengelilingi inti. Kelemahan teori Ruhterford disempurnakan oleh teori atom Bhor yang akan dibahas pada entri selanjutnya.

Materi Dan Penggolongannya II

Lanjutan dari entri sebelumnya....

2. Campuran
Campuran ialah materi yang tersusun oleh dua atau lebih macam zat yang masih memiliki sifat asalnya.
a. Jenis-jenis Campuran
1) Campuran homogen : campuran yang tiap bagiannya mengandung jumlah zat terlarut yang sama besar. Campuran homogen disebut juga larutan.
       Contoh : Larutan gula, larutan garam, dsb
2) Campuran Heterogen : campuran yang tiap bagiannya mengandung zat terlarut dengan jumlah yang tidak sama.
       Contoh : air kopi dsb
 b. Sifat-sifat Campuran
  • terdiri dari dua jenis
  • omposisi zat penyusunnya tidak tetap
  • masih mempunya sifat zat asal
  • dapat dipisahkan dengan penyaringan atau penyulingan

c. Pemisahan campuran
  • Filtrasi (Penyaringan : Pemisahan campuran berdasarkan perbedaan partikel. Alat yang biasa digunakan adalah kertas penyaring atau alat filter lainyya.
  • Kristalisasi : pemisahan campuran dengan cara menguapkan pelarutnya. Seperti pada pembuatan garam dapur dengan menguapkan air laut.
  • Penyulingan (distilasi) : pemisahan campuran berdasarkan titik didih
  • Sublimasi : Pemisahan campuran pada zat yang menyublim
  • Kromatografi : Pemisahan berdasarkan perbedaan koefisien difusi (kecepatan perembesan) dari zat-zat dalam medium tertentu
  • Ekstraksi : pemisahan zat campurannya dengan melarutkan zat itu pada pelarut yang sesuai.

C. Lambang Unsur
Lambang unsur diturunkan dari nama unsur itu berdasarkan aturan yang ditetapkan. Pada tahun 1813 Jons Jacob Berzellius dari Swedia mengusulkan agar setiap unsur diberi lambang huruf awal dari nama unsur bahasa latin.
aturan penulisan lambang unsur :
  • Lambang unsur yang satu huruf ; diambil dari huruf pertama nama ilmiah unsur tersebut dan ditulis dengan hurf besar
  • Lambang unsur yang dua huruf ; huruf pertama ditulis dengan huruf besar dan huruf kedua dituis dengan huruf kecil
  •  
Saat ini ditemukan sekitar 105 unsur dan masih banyak lagi unsur-unsur baru yang akan ditemukan. Untuk menghindari  terjadinya perdebatan dalam penulisan nama unsur baru tersebut, maka persekutuan internasional untuk Kimia Murni dan imia Terapan (International Union of Pure and Applied Chemistry = IUPAC) menetapkan aturan sebagai berikut :
Nama unsur berakhir dengn ium, baik untuk logam maupun non-logamnama unsur didasarkan pada nomor-nomor berikut
0 = nil                          5 = pent
1 = un                          6 = hex
2 = bi                          7 = sept
3 = tri                          8 = okt
4 = quad                      9 = enn

contoh nama unsur dengan nomor atom 114 adalah un un quadium

D. Kadar Zat Dalam Campuran
  • persen berat = massa komponen : massa campuran x 100%
  • Persen volume = volume komponen : volume campuran x 100%Kadar dalam berat per volume : kadar ini menyatakan berat zat terlarut dalam campuran untuk komponen zat padat dalam cair atau zat cair atau gas. Misalnya kadar zat besi yang diperbolehkan dalam air adalah 0,3 mg/L
  • Bagian Per Juta
  • ppm Volume = volume komponen : volume canpuran x 106
  • ppm Masssa = massa komponen : massa campuran x 106

E. Hukum-Hukum Dasar Materi
  • Hukum kekekalan massa (hukum lavoisier) = massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap
  • Hukum perbandingan tetap (hukum proust) = perbandingan massa dalam suatu senyawa adalah tetap